Kamu adalah rasaku.
Ku tatapi seluruh isi kamar ku,
hanya kegelapan yang aku dapati.
Bertemankan lampu-lampu kecil yang selalu berkelap kelip
setia menerima seluruh rasa yang ada.
Ditengah larutnya malam,
ku coba uraikan hal yang ingin ku sampaikan.
Tapi ku tak ingin orang lain tau yang sebenarnya.
Secercah rasa yang masih terjaga dalam benak ini,
setumpuk harapan yang ingin ku berikan padanya,
tapi waktu belum memberi izin tuk ku lakukan itu.
Tawamu, senyummu, langkahmu, selalu terekam indah dimata ini.
Keterjagaanku yang selalu aku jaga agar tak menghancurkan mu.
Jika ada sebuah tempat yang tak diketahui oleh orang lain,
ku ingin memilikinya dan akan ku ukir kisah mu melalui mulut ini.
Ku ingin bercerita bahwa walaupun ada kumbang lain yang mendekati sebatang bunga indah,
tapi hanya raut mu yang ingin ku ciptakan dalam alunan hari-hariku.
Bodoh !!
Bodoh untuk terus memelihara rasa yang tak pasti.
Suatu saat nanti aku ingin kau menyadarkanku,
bahwa aku telah berangan jauh untuk memilikimu.
Cerita tentang mu sangat indah ku ukir.
ku hanya ingin kau tau,
aku disini ingin bersamamu
menjadi bagian yang seutuhnya.
Tapi ku tak tahu waktu akan memberi izin atau murka terhadap tingkahku.
Hanya kebodohan yang membuat perasaan ini melangkah jauh.
--AidaKamilaa--
Leave a Reply